Paus Sperma Mati Terdampar di Ternate, Nelayan Sudah Melihat Dua Hari Sebelumnya

TERNATE (MALUTTODAY) – Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) betina sepanjang 9,8 meter yang ditemukan mati terdampar di Pantai Afe Taduma, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (8/9/2026), diduga telah mengalami kondisi sakit sebelum akhirnya terdampar di pesisir.

Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan informasi mengenai kondisi paus tersebut diperoleh dari pihak Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Kupang Satuan Pelayanan (Satpel) Ternate setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi.

“Informasi yang disampaikan kepada saya, paus ini betina berukuran 9,8 meter dan berdiameter 6,60 meter. Informasi dari Ibu Inggrid (dari Balai KP) bahwa paus ini mati karena sakit,” kata Rizal di Ternate, Selasa.

Menurut Rizal, keberadaan paus tersebut sebenarnya telah diketahui nelayan di sekitar perairan Afe Taduma dan Rua sejak dua hari sebelum ditemukan terdampar.

Saat itu, nelayan melihat paus tersebut beberapa kali muncul dan berenang di permukaan laut. Namun, kondisi paus yang disebut sudah tidak berdaya membuat nelayan hanya memantau pergerakannya hingga akhirnya ditemukan terdampar dalam kondisi mati.

Bacaan Lainnya

“Karena dua hari sebelumnya nelayan di sekitar Afe Taduma dan Rua sudah melihat paus ini main di atas air. Karena tidak berdaya, mereka hanya menunggu paus ini akan terdampar di mana dan ternyata di Afe Taduma dalam kondisi sudah mati,” ujarnya.

Paus tersebut kemudian ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIT di pesisir Pantai Afe Taduma. Lokasi penemuan berada di kawasan pantai terbuka yang berdekatan dengan permukiman dan mudah terlihat dari jalan raya.

Sekretaris Pemuda Afe Taduma Ikram Salim mengatakan informasi mengenai paus terdampar pertama kali disampaikan warga kepada pemuda dan pemerintah kelurahan.

“Sekitar pukul 05.00 WIT, ada warga yang melapor kepada kami dan pihak kelurahan bahwa ada paus terdampar,” kata Ikram.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah Kota Ternate untuk mendapatkan penanganan. Bangkai paus mulai mengeluarkan bau menyengat sehingga diperlukan langkah cepat untuk menghindari dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Rizal mengatakan Pemerintah Kota Ternate berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pihak Kementerian Kelautan untuk melakukan penanganan.

Sebelum dikuburkan, Balai PK Kupang Satpel Ternate melakukan pengukuran dan mengambil sampel daging paus untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pihak kelurahan sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Ternate untuk mengambil langkah evakuasi dan mengubur paus tersebut,” kata Ikram.

Setelah proses pemeriksaan dan pengambilan sampel selesai, Pemkot Ternate melalui DLH mengerahkan ekskavator untuk menggali lokasi penguburan.

Bangkai paus kemudian dikuburkan tidak jauh dari lokasi ditemukan. Jarak antara titik paus terdampar dan lokasi penguburan hanya sekitar dua meter.

Kehadiran paus berukuran besar tersebut sempat menarik perhatian ratusan warga yang mendatangi lokasi untuk melihat langsung mamalia laut itu.

Rizal mengatakan dirinya tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIT dan mendapati warga telah berkumpul di sekitar bangkai paus.

“Saya tiba pukul 09.00 WIT, sudah ada warga di lokasi. Saya melihat secara langsung kondisi paus yang sudah mati dan mengeluarkan aroma bau yang kurang enak,” ujarnya.

Paus sperma merupakan salah satu mamalia laut yang dapat ditemukan di perairan Indonesia. Peristiwa paus terdampar juga sebelumnya pernah terjadi di wilayah Maluku Utara, termasuk di Pantai Seli dan Ome, Kota Tidore Kepulauan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *