TERNATE (MALUTTODAY) – Orang yang diduga melakukan aktivitas pengeboman ikan di perairan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melarikan diri saat dikejar petugas, namun meninggalkan perahu yang di dalamnya ditemukan senjata rakitan dan puluhan paket yang diduga berisi tembakau sintetis.
Perahu tersebut diamankan Tim Unit Intel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ternate bersama Pos Angkatan Laut (Posal) Tobelo pada Minggu (6/9) sekitar pukul 21.25 WIT.
Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putro mengatakan pengejaran bermula ketika tim patroli mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari aktivitas pengeboman ikan.
Petugas kemudian bergerak mendekati perahu yang dicurigai. Namun, orang yang berada di dalam perahu berusaha melarikan diri sehingga petugas melakukan pengejaran hingga ke sekitar perairan Desa Paca.
“Pelaku masuk ke sekitar perairan Desa Paca dan berhasil melarikan diri,” kata Ristanto, Kamis (10/9).
Meski terduga pelaku berhasil lolos, petugas mengamankan perahu tersebut dan membawanya ke Posal Tobelo untuk dilakukan pemeriksaan.
Dari pemeriksaan itu, petugas justru menemukan sejumlah barang yang kini menjadi bahan penyelidikan.
Barang tersebut berupa satu pucuk senjata laras panjang rakitan menyerupai SS 1 tanpa amunisi, 25 paket yang diduga berisi tembakau sintetis atau Gorilla, serta sebuah timbangan digital.
Petugas juga menemukan sejumlah peralatan penangkapan ikan, seperti panah ikan, tabung kompresor, ember, ikan, dan kacamata renang.
Temuan tersebut membuat petugas tidak hanya menyelidiki dugaan pengeboman ikan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya aktivitas lain yang dilakukan menggunakan perahu tersebut.
Ristanto mengatakan 25 paket yang diduga berisi tembakau sintetis akan diperiksa di Laboratorium BNN Provinsi Maluku Utara untuk memastikan kandungan zat di dalamnya.
“Ada indikasi (tembakau sintetis) diperjualbelikan,” ujarnya.
Menurut dia, dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut, termasuk untuk mengetahui hubungan antara keberadaan puluhan paket tersebut dengan aktivitas orang yang menggunakan perahu.
Petugas juga masih menyelidiki senjata rakitan yang ditemukan di dalam perahu, terutama terkait kepemilikan dan asal-usul senjata tersebut.
“Untuk kepemilikan senjata dan perolehannya dari mana, sampai dengan saat ini kita masih dalam proses pendalaman,” kata Ristanto.
Lanal Ternate kini mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan orang yang melarikan diri serta mendalami seluruh barang bukti yang ditemukan.
Penyelidikan tersebut mencakup dugaan pengeboman ikan, kepemilikan senjata rakitan, hingga temuan 25 paket yang diduga berisi tembakau sintetis.























