Pemkot Ternate Atur Ulang Lapangan Ngara Lamo, Parkir dan Lapak Warkop Ditertibkan

Suasana malam di sekitar kawasan lapangan Salero. (foto: Istimewa)

TERNATE (MALUTTODAY) – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mulai menata kawasan Lapangan Ngara Lamo yang selama ini menjadi salah satu lokasi warung kopi (warkop) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Penataan dilakukan melalui kesepakatan antara Pemkot Ternate, kepolisian, pengelola kawasan, pemerintah kelurahan, dan para pelaku usaha yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Kesepakatan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Jumat (21/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kasatlantas Polres Ternate Iptu Naomi Olinna Harahap, Plt Kepala Dinas Perhubungan Moh. Faizal Baddarudin, Kepala BP2RD Mochtar Hasyim, Satpol PP, pengelola Lapangan Ngara Lamo, pemerintah kelurahan, serta perwakilan pedagang kopi.

Pedagang Kopi tak Lagi Berjualan di Trotoar

Rizal mengatakan, penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sekaligus mengatur aktivitas usaha agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Salah satu kesepakatan yang dihasilkan yakni pedagang kopi tidak lagi menggunakan area trotoar untuk berjualan.

Lapak pedagang akan ditempatkan di dalam kawasan Lapangan Ngara Lamo.

“Pedagang kopi tidak lagi menempati trotoar. Aktivitas usaha diarahkan masuk ke dalam kawasan Lapangan Ngara Lamo sehingga fungsi ruang publik tetap terjaga,” kata Rizal.

Menurut dia, penataan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi pejalan kaki sekaligus tetap menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Parkir Diatur Untuk Cegah Kemacetan

Selain lapak pedagang, Pemkot Ternate bersama kepolisian juga menyepakati pengaturan lalu lintas dan parkir di sekitar Lapangan Ngara Lamo.

Pada jalur utama, kendaraan pengunjung hanya diperbolehkan parkir satu baris.

Sementara itu, jalur timur di kawasan Dodoku Ali tidak diperbolehkan digunakan sebagai lokasi parkir.

Sebagai alternatif, kendaraan pengunjung akan diarahkan ke sisi selatan lapangan, mulai dari Tugu Adipura hingga ujung timur Lapangan Ngara Lamo.

Pengaturan tersebut nantinya diawasi Satlantas Polres Ternate untuk memastikan kendaraan parkir di lokasi yang telah ditentukan.

Rizal mengatakan, pengaturan parkir juga diperlukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama agar kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran tetap dapat melintas.

Pemkot Siapkan Retribusi Terjangkau

Untuk mendukung keberlangsungan UMKM, Pemkot Ternate menyiapkan skema retribusi yang terjangkau bagi para pedagang.

Selain retribusi atau pajak makan dan minum yang tidak memberatkan pelaku usaha, kawasan tersebut akan menerapkan retribusi kebersihan dan penataan parkir sesuai ketentuan.

Kawasan Lapangan Ngara Lamo nantinya diprioritaskan bagi pedagang kopi.

Sementara itu, pedagang makanan yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut tidak lagi diperbolehkan beraktivitas.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Ternate menjaga kebersihan sekaligus estetika kawasan.

Diproyeksikan Jadi Lokasi Nongkrong Delegasi

Penataan Lapangan Ngara Lamo juga berkaitan dengan rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi nongkrong bagi delegasi kegiatan budaya dan pariwisata di Kota Ternate.

Rizal menegaskan, penataan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak, mulai dari pejalan kaki, pengguna jalan, hingga pelaku UMKM.

“Yang kita tata adalah ruangnya. Pejalan kaki harus mendapatkan haknya, pengguna jalan tetap nyaman, sementara UMKM juga harus memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Rizal. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *