UMKM Maluku Utara Motor Penggerak Ekonomi, Serap Setengah Juta Tenaga Kerja

Data UMKM di Maluku Utara salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja terbanyak. (foto: Ikbal Mologotu)

TERNATE (MALUTTODAY) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut), Handi Susila mengatakan, masifnya jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maluku Utara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Handi menjelaskan, bahwa berdasarkan data terbaru dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara tahun 2024, sektor ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja yang sangat besar. Sektor ini telah berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 584.988 orang.

Bacaan Lainnya

“Sektor UMKM di Maluku Utara bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak utama. Dengan total unit usaha mencapai hampir 195 ribu, kita melihat potensi ekonomi yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” kata Handi Susila.

Handi juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM. Kemudian, harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara bersifat inklusif.

“Artinya, manfaat ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas, dan UMKM adalah saluran utama untuk mencapai hal tersebut melalui penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari setengah juta orang ini,” tegas Handi.

Meskipun secara kuantitas sangat besar, kata Handi, struktur UMKM di Maluku Utara masih didominasi oleh segmen mikro, yakni sebesar 95 persen. Sementara itu, usaha kecil tercatat sebesar empat persen dan usaha menengah hanya satu persen.

Oleh karena itu, Handi Susila memberikan catatan khusus mengenai arah pengembangan UMKM ke depan. Menurutnya, tantangan besar saat ini adalah bagaimana mendorong para pelaku usaha mikro ini agar bisa naik kelas.

“Bank Indonesia terus berupaya masuk melalui program-program strategis, baik dari sisi penguatan kapasitas produksi, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, hingga akses pembiayaan yang lebih luas,” cetus Handi.

Ia menambahkan, bahwa dari sisi sebaran wilayah, Kota Ternate masih menjadi pusat aktivitas UMKM dengan 69.742 unit. Kemudian, disusul oleh Halmahera Selatan dengan 48.279 unit.

“Kota Ternate dan Halmahera Selatan memang menjadi penyumbang terbesar saat ini. Namun, kami optimis kabupaten lain seperti Halmahera Barat, Tidore, hingga Morotai akan terus tumbuh seiring dengan membaiknya infrastruktur dan konektivitas antar pulau,” harap Handi (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *