Inflasi Ternate 4,35 Persen, BI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program RINDANG BERSERI

TERNATE (MALUTTODAY) — Tingginya tekanan harga pangan mendorong Bank Indonesia (BI) Maluku Utara memperkuat pengendalian inflasi dari tingkat rumah tangga. Salah satunya melalui Program RINDANG BERSERI yang mengajak warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai, kangkung, dan berbagai sayuran.

Hingga Juli 2026, inflasi Kota Ternate tercatat 4,35 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Maluku Utara yang mencapai 3,95 persen.

Secara kumulatif, inflasi Ternate bahkan mencapai 4,82 persen, sementara Maluku Utara berada pada level 4,46 persen.

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok pangan bergejolak atau volatile food, dengan sejumlah komoditas seperti ikan cakalang, tomat, dan cabai rawit menjadi penyumbang tekanan harga.

Kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan dari sisi hilir. Ketersediaan pasokan pangan juga perlu diperkuat sejak tingkat produksi hingga rumah tangga.

Bacaan Lainnya

Melalui Program RINDANG BERSERI (Rica Kangkung Dalam Kampung Berkualitas dan Asri), BI Maluku Utara mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.

“Inflasi yang stabil bukan semata-mata persoalan angka statistik, melainkan fondasi bagi terjaganya daya beli masyarakat, meningkatnya kesejahteraan, dan tumbuhnya perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, Jumat (14/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang dijalankan melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

BI menilai gerakan menanam di pekarangan bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi menjadi salah satu upaya membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

Dengan meningkatnya kemampuan rumah tangga memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat ditekan.

Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat membantu mengurangi gejolak harga komoditas pangan.

Program RINDANG BERSERI dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kota Ternate dengan dukungan Tim Penggerak PKK Kota Ternate.

Kegiatan dimulai pada 7 Agustus 2026 di Kecamatan Ternate Utara dan berlanjut ke Kecamatan Ternate Selatan, Ternate Pulau, Ternate Barat, Pulau Moti, dan Pulau Hiri. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup di Kecamatan Ternate Tengah.

Dalam rangkaian tersebut, sekitar 700 paket suvenir bibit didistribusikan kepada masyarakat. Paket itu terdiri dari bibit cabai dan berbagai jenis sayuran serta peralatan pendukung budidaya.

BI Maluku Utara berharap program tersebut tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan pasokan pangan lokal.
Pengendalian inflasi, menurut BI, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, TPID, TP PKK, dan masyarakat.

“Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Utara,” harapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *