HALSEL (MALUTTODAY) — Aktivitas kegempaan di wilayah Laut Halmahera Tengah masih dipantau setelah gempa bermagnitudo 5,4 mengguncang kawasan tersebut, Selasa (1/9/2026) sore. Hingga sekitar 23 menit setelah gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum mendeteksi adanya gempa susulan.
Gempa terjadi pada pukul 15.22.21 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,91 derajat Bujur Timur. Lokasinya sekitar 64 kilometer tenggara Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto, Selasa (1/9/2026).
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas terkuat mencapai V Modified Mercalli Intensity (MMI) di Patani dan Patani Utara, Halmahera Tengah.
Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan menyebabkan banyak orang terbangun.
Guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Patani Timur, Halmahera Tengah. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Kota Maba, Kota Weda, Kota Tidore, Kota Ternate, dan Kota Jailolo.
Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk sedang melintas.
Gempa Tergolong Dangkal
BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
Analisis tersebut didasarkan pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenter. Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan turun atau normal fault.
Meski guncangan dirasakan di sejumlah daerah, BMKG belum menemukan aktivitas gempa susulan hingga pukul 15.45 WIB.
BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat apabila terdapat perkembangan.
Warga Diminta tidak Panik
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi maupun isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG juga meminta warga menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan dari bangunan yang kondisinya tidak lagi aman.























