TERNATE (MALUTTODAY) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara menyerahkan dukungan sarana dan prasarana (Sarpras) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani, serta kelompok nelayan di Maluku Utara.
Penyerahan tersebut dilaksanakan secara simbolis usai upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan upacara KPw BI Maluku Utara.
Prosesi penyerahan bantuan disaksikan oleh seluruh peserta upacara yang terdiri atas pegawai perbankan anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Maluku Utara.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari program implementasi kebijakan ekonomi dan keuangan daerahtahun 2026, yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan produktivitas pelaku usaha serta kelompok masyarakat di berbagai sektor strategis di Maluku Utara.
Sebanyak empat penerima mendapatkan dukungan sarana dan prasarana, yaitu UMKM Kagounga, Kota Ternate, berupa paket mesin produksi papeda instan dan mesin pengemasan; UMKM Nunu Bakery, Kota Tidore Kepulauan, berupa paket mesin produksi makanan olahan, mesin pengupas, dan mesin pengering bahan makanan.
Selanjutnya, Gapoktan Mitra Tani, Kabupaten Halmahera Timur, memperoleh paket sensor teknologi, mesin pencacah, sarana pengeringan gabah, dan sarana trailer gandeng.
Sementara itu, Kelompok Nelayan Tuna Sifkam, Kabupaten Halmahera Tengah, mendapatkan dua unit body fiber glass dan dua unit motor tempel Honda BF20.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan empat penerima bantuan.
Dukungan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, menjaga dan meningkatkan kualitas produk, memperlancar distribusi hasil produksi, serta menciptakan nilai tambah pada sektor UMKM, pertanian, dan perikanan.
Lebih lanjut, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong penguatan perekonomian daerah melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Optimalisasi sektor produksi juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pasokan dan stabilitas harga komoditas, sehingga turut memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan, Bank Indonesia Maluku Utara terus mendorong pengembangan sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang inklusif dan berkelanjutan. (*)























