SEMARANG (MALUTTODAY) – Java United FC resmi mengumumkan skuad yang akan memperkuat klub pada musim 2026-2027 setelah melakukan transformasi organisasi dan memindahkan pusat operasional serta markas tim dari Ternate, Maluku Utara, ke Kota Semarang, Jawa Tengah.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis manajemen untuk membawa klub memasuki babak baru dengan target membangun tim yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu mengatakan, keputusan memindahkan markas klub telah melalui berbagai pertimbangan. Menurut dia, perubahan tersebut bukan berarti klub meninggalkan Maluku Utara.
“Langkah ini bukanlah akhir dari komitmen kami terhadap Maluku Utara, melainkan perubahan fokus investasi demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masa depan sepak bola Maluku Utara dan nasional lewat pembinaan usia dini,” ujar Sofyan.
Salah satu fokus klub di Ternate adalah mempertahankan aset yang telah dibangun, termasuk fasilitas training ground, untuk pengembangan sepak bola usia dini melalui Akademi Merah Putih.
Akademi tersebut ditargetkan menampung hingga 150 anak, terutama anak yatim piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu. Seluruh peserta akan mengikuti program secara gratis, termasuk proses pendaftaran, kegiatan pembinaan, hingga kebutuhan selama tinggal di asrama.
Program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan SL Benfica, klub asal Portugal yang dikenal memiliki tradisi pembinaan pemain muda.
Java United menyebut dua pelatih dari SL Benfica akan hadir di Ternate untuk mendampingi sekaligus tinggal bersama para peserta akademi.
Melalui program itu, Ternate diharapkan menjadi salah satu pusat pembinaan talenta muda dengan kurikulum dan metodologi berstandar internasional.
“Kami percaya bahwa membangun sepak bola tidak hanya dilakukan melalui prestasi sebuah klub profesional, tetapi juga lewat keseriusan investasi jangka panjang dalam pembinaan generasi muda,” kata Sofyan.
Selain pembinaan pemain muda, manajemen Java United FC juga menyatakan komitmennya membantu membangkitkan kembali Persiter, klub yang memiliki sejarah panjang di Ternate.
Umumkan Skuad Java United FC
Di sisi lain, transformasi klub ditandai dengan penggunaan identitas baru, yakni Java United FC. Klub tersebut akan bermarkas di Semarang mulai musim 2026-2027.
Pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes, dipercaya menangani tim. Ia mengatakan menerima tantangan tersebut setelah melihat keseriusan pemilik klub dalam membangun sepak bola Indonesia.
“Saya menerima ajakan sekaligus tantangan dari pemilik klub karena saya merasa kami punya tujuan yang sama. Saya melihat keseriusan pemilik klub dalam membangun dan mengembangkan sepak bola Indonesia,” ujar Fabio.
Java United FC kemudian memperkenalkan komposisi staf pelatih dan pemain yang akan menjadi bagian dari skuad musim 2026-2027.
Di posisi penjaga gawang, Java United memiliki Cyrus Margono, Miswar Saputra, dan Jorge Meurer.
Sementara itu, lini pertahanan dihuni Gustavo Franca, Christian Gomis, Muhammad Firli, Ariel Kurung, Syahrul Ramadani, Aprilian Bernadus, Iksan Lestaluhu, Yance Sayuri, dan Riyan Ardiansyah.
Untuk lini tengah, terdapat Jonata Machado, Kei Hirose, Ridho Syuhada, Tri Setiawan, Vico Duarte, dan Fahrezza Sudin.
Sementara sektor sayap diisi Armando Oropa, Kaio Nunes, Yakob Sayuri, Taufik Rustam, Ciro Alves, Yabes Roni, dan Frets Butuan.
Java United FC juga memiliki dua penyerang, yakni Rifael Salmon dan David da Silva.
Adapun staf kepelatihan Java United FC terdiri dari Achmad Resal Octavian sebagai direktur teknik, Fabio Lefundes sebagai pelatih kepala, Vinicius Argirita dan Ricardo Salampessy sebagai asisten pelatih.
Fabio Oliveira bertugas sebagai asisten pelatih sekaligus interpreter, sedangkan Joao Pedro menjadi pelatih fisik dan Ramdhan Fitrayadi sebagai asisten pelatih fisik.
Untuk posisi pelatih kiper, Java United menunjuk Josmiro Goes dengan Joko Ribowo sebagai asisten. Alief Syafrizal bertugas sebagai analis.
Dua Misi Java United
Sofyan menegaskan, transformasi Java United FC membawa dua misi yang berjalan bersamaan.
Di Semarang, klub akan berfokus membangun tim profesional yang mampu bersaing di level tertinggi. Sementara di Ternate, aset dan fasilitas yang telah dibangun akan diarahkan untuk pembinaan pemain usia dini melalui Akademi Merah Putih.
“Kami membangun klub profesional yang semakin kuat dan mampu bersaing di level tertinggi dengan nama Java United FC. Di Ternate, kami membangun fondasi masa depan sepak bola melalui Akademi Merah Putih sebagai investasi jangka panjang,” kata Sofyan.
Java United juga menegaskan tidak hadir di Jawa Tengah untuk menggantikan atau mengambil alih posisi klub lain.
Menurut Sofyan, setiap klub memiliki sejarah, identitas, dan basis pendukung masing-masing yang harus dihormati.
“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan stakeholder sepak bola di Jawa Tengah, dari pemerintah daerah, komunitas sepak bola, hingga pelaku industri olahraga, karena kita sama-sama memiliki semangat persaudaraan dalam memajukan sepak bola Indonesia,” tutur Sofyan.
Pemain Java United asal Pati, Jawa Tengah, Riyan Ardiansyah, turut menyambut kehadiran klub di wilayah tersebut.
“Saya menyambut hangat kehadiran Java United di daerah asal saya. Semoga transformasi klub ini menjadi Java United FC dapat ikut membantu perkembangan sepak bola di Jawa Tengah serta memberikan hiburan kepada masyarakat,” ujar Riyan.
Dengan komposisi skuad dan staf pelatih tersebut, Java United FC akan memulai babak baru di Jawa Tengah pada musim 2026-2027.
Manajemen klub berharap kehadiran Java United dapat menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Jawa Tengah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan sepak bola nasional.
“Java United FC hadir di Jawa Tengah dengan menghormati sejarah dan ikut berperan serta membangun masa depan untuk sepak bola Indonesia yang semakin baik serta berprestasi,” kata Sofyan. (*)























