TERNATE (MALUTTODAY) — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus melakukan ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara.
Ajakan tersebut disampaikan Sarbin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Taklim Al-Mukminun di Kelurahan Akehuda, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026) malam.
Dalam sambutan dan tausiahnya, Sarbin mengatakan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW harus menjadi momentum bagi umat untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat.
“Kalau akhlaknya bagus, masyarakatnya pasti bagus. Hari ini kita masih melihat berbagai persoalan kemanusiaan. Karena itu, hikmah Maulid harus kita amalkan, bukan hanya seremonial,” ujar Sarbin.
Menurut dia, salah satu misi utama Rasulullah SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, kemajuan zaman dan kecerdasan manusia harus tetap dibarengi dengan nilai moral dan akhlak.
Sarbin juga mengajak jemaah memperbanyak selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut, kata dia, harus diwujudkan dengan meneladani perilaku Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap kita memperingati Maulid, harus ada perubahan. Dari yang malas salat menjadi rajin berjemaah. Dari yang belum puasa Senin-Kamis menjadi istikamah. Jadikan Maulid sebagai titik evaluasi diri, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya.
Kemarau Lebih Dari 70 Hari
Di tengah pesan keagamaan tersebut, Sarbin menyinggung kondisi Maluku Utara yang saat ini menghadapi kemarau panjang.
Ia menyebut kemarau telah berlangsung lebih dari 70 hari dan berdampak pada sejumlah wilayah. Kondisi kering tersebut juga disertai kebakaran hutan di beberapa daerah di Maluku Utara.
Menghadapi kondisi itu, Sarbin mengajak masyarakat tidak hanya melakukan upaya secara sosial dan pemerintah, tetapi juga memperkuat ikhtiar keagamaan.
Ia meminta para alim ulama, imam, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan.
“Saya mengajak para alim ulama, imam, dan seluruh masyarakat untuk melaksanakan salat istisqa Jumat depan. Kita memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” ujarnya.
Menurut Sarbin, kondisi kemarau panjang tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat doa dan kebersamaan.
Ia berharap pelaksanaan salat istisqa dapat dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat dan tokoh agama.
Maulid Jadi Momentum Perubahan
Sarbin kembali menegaskan bahwa peringatan Maulid harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan umat.
Ia mengajak jemaah menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Maluku Utara.
“Kalau rakyat sejahtera, itulah tujuan bernegara. Mari kita jaga persatuan, saling menguatkan, dan terus meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi alam semesta,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Risdawati Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kecintaan jemaah kepada Rasulullah SAW, mengambil hikmah dari sirah Nabi, mempererat silaturahmi, serta memohon keselamatan bagi masyarakat dan daerah.
“Kegiatan ini terselenggara atas swadaya jemaah Majelis Taklim dan para donatur,” kata Risdawati.
Peringatan Maulid diawali dengan pembacaan rawi dan kasidah oleh anggota Majelis Taklim Al-Mukminun. Jemaah kemudian mengikuti lantunan selawat bersama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur TNI dan Polri, para alim ulama, imam, tokoh agama, pengurus dan anggota Majelis Taklim Al-Mukminun, serta sejumlah undangan lainnya. (*)























