TERNATE (MALUTTODAY) – Setelah hampir sebulan dinyatakan hilang saat melaut, Esau Sidemo (57), nelayan asal Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, ditemukan dalam kondisi selamat di tengah Samudra Pasifik. Esau ditemukan awak kapal LNG Endeavour berbendera Perancis yang tengah berlayar menuju Shanghai, China.
Esau ditemukan oleh awak kapal LNG Endeavour berbendera Perancis yang sedang melintas di perairan Samudra Pasifik pada 1 Agustus 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, informasi mengenai penemuan korban diterima Com Center Kantor SAR Ternate pada 2 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIT.
“Com Center Kansar Ternate menerima informasi dari anggota Dewan Dapil Batang Dua bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal kargo LNG Endeavour berbendera France yang melintas di Samudra Pasifik,” ujar Iwan.
Setelah menerima informasi tersebut, Kantor SAR Ternate langsung menghubungi keluarga korban di Pulau Batang Dua. Petugas juga memperoleh nomor telepon awak kapal yang menemukan Esau.
Kantor SAR Ternate kemudian berkoordinasi dengan pihak kapal LNG Endeavour untuk memastikan informasi tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi, korban pertama kali terlihat oleh salah satu awak kapal pada 1 Agustus 2026 sekitar pukul 17.23 waktu setempat (GMT+9).
Saat ditemukan, posisi korban berada di koordinat 07°33.5′ N / 138°59.7′ E di Samudra Pasifik.
Ditemukan Berkat Kejelian Awak Kapal
Iwan mengatakan, perahu kecil yang digunakan Esau tidak terdeteksi radar maupun peralatan navigasi kapal LNG Endeavour.
Korban ditemukan secara visual berkat kejelian salah satu awak kapal yang melihat keberadaannya di laut.
Setelah melihat korban, kapal langsung mengubah haluan menuju lokasi. Saat kapal mendekati posisi korban, Esau kemudian melompat ke laut.
Awak kapal segera melemparkan pelampung penyelamat yang berhasil diraih korban.
Esau kemudian dievakuasi ke atas kapal menggunakan gangway. Saat ditemukan, kondisi korban disebut sudah lemah.
Awak kapal selanjutnya memberikan pertolongan awal kepada Esau dan membawanya ke rumah sakit kapal untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban kemudian dievakuasi ke atas kapal menggunakan gangway dalam kondisi lemah dan segera diberikan pertolongan awal,” kata Iwan.
Perawatan terhadap korban dilakukan berdasarkan konsultasi jarak jauh dengan dokter di Perancis.
Setelah kondisi Esau berangsur stabil, ia ditempatkan di kabin untuk menjalani pemulihan dan terus dipantau oleh tim medis kapal.
Kapal Menuju Shanghai
Saat ini, LNG Endeavour sedang berlayar menuju Yangshan LNG Terminal, Shanghai, China.
Kapal tersebut diperkirakan tiba di Shanghai pada 7 atau 8 Agustus 2026.
Basarnas Command Center telah meminta pihak kapal berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai terkait proses kepulangan Esau ke Indonesia.
Iwan mengatakan, Basarnas akan terus memantau kondisi korban hingga proses pemulangan dan penyerahan kepada keluarga di Pulau Batang Dua.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada nahkoda dan seluruh crew Kapal LNG Endeavour yang telah menemukan korban dan memberikan perawatan dengan baik,” ujar Iwan. Menurut dia, komunikasi dengan pihak kapal akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi Esau tetap terpantau hingga proses pemulangannya selesai. (*)























