HALUT (MALUTTODAY) – Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 2.729 jiwa terpaksa mengungsi, akibat banjir dan tanah longsor di 14 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut).
Warga dilaporkan mengungsi secara mandiri. Sementara sebagian lainnya menempati lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah setempat.
“Satu orang anak meninggal dunia terseret banjir di Desa Pelita,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hentje Hetharia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Dikatakan bahwa, bantuan sembako menjadi kebutuhan mendesak warga. Selain itu, warga juga meminta dilakukan pembersihan dan perbaikan jalan serta normalisasi sungai.
Dikesempatan itu, Wakil Bupati Halut Kasman Hi Ahmad bersama tim BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan bantuan kepada pengungsi di Desa Sokonora dan Togawa.
Bantuan yang diberikan berupa 70 sak beras ukuran 5 kg, 10 rak telur, 60 dus air mineral, 60 dus mie instan dan satu dus minyak kelapa.
“Bantuan yang kami serahkan ini adalah bantuan awal dari pemerintah daerah kepada bapak, ibu, dan saudara-saudara yang mengalami dampak dari musibah banjir kemarin,” ujar Kasman.
Penyaluran bantuan ini, kata Kasman, masih harus bersifat proporsional karena selain di lokasi ini, juga terjadi banjir dan longsor dibeberapa Desa di Kao Barat, Galela Utara dan Loloda Utara pada waktu yang bersamaan.
“Bantuan ini memang belum maksimal karena harus dibagi ke wilayah lain yang juga terdampak, seperti Loloda dan Kao Barat. Kami berharap bantuan ini dapat diterima terlebih dahulu. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi sebagai wujud perhatian pemerintah daerah yang tidak tinggal diam,” jelasnya.
Kasman mewanti-wanti agara masyarakat tetap selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan, serta mengajak seluruh warga untuk tetap bersabar dan berikhtiar.
Berikut merupakan data sementara BPBD Halmahera Utara dampak banjir dan longsor:
Kecamatan Loloda Utara
– Jumlah pengungsi 245 jiwa terdiri dari 78 KK
– Rumah terdampak 236
– Rusak berat 16 rumah
– Rusak sedang 1 rumah
– Rusak ringan 1 rumah
– Fasum rusak 6 unit
Kecamatan Galela Utara
– Rumah terdampak 9
– 1 orang meninggal dunia
Kecamatan Kao Barat
– Jumlah pengungsi 2.484 jiwa terdiri dari 845 KK
– Rumah terdampak 630
– Rusak berat 1 rumah
– Fasum rusak 15 unit





















