BI Maluku Utara Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global Lewat ISEF 2026

TERNATE (MALUTTODAY) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menembus pasar nasional dan internasional melalui partisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan partisipasi UMKM dalam ajang tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah dalam ekosistem industri halal.

“Partisipasi UMKM Maluku Utara dalam ISEF 2026 diharapkan dapat memperluas akses pasar, membuka peluang kemitraan, dan meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” kata Fadhil.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) itu, BI Maluku Utara memfasilitasi promosi produk unggulan daerah pada sektor makanan halal (halal food) dan fesyen muslim (modest fashion).

Pada sektor makanan halal, BI Maluku Utara menghadirkan produk Cokelat Sulamina dari PT Bumi Enterprises dalam kegiatan GEMA HALAL–Halal Mart dan JAWARA EKSPOR.

Produk tersebut telah melalui proses kurasi dan ditampilkan sebagai produk halal unggulan yang berpotensi dikembangkan untuk menembus pasar ekspor.

Selain itu, dua UMKM unggulan Maluku Utara yang menjadi anggota IKRA 2026, yakni Kagounga dan Ne Gam Macahaya, turut berpartisipasi dalam pameran Halal Food Business-to-Consumer (B2C).

Ne Gam Macahaya memperkenalkan produk olahan teh yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Ternate. Sementara itu, Kagounga mempromosikan produk popeda instan sebagai salah satu inovasi kuliner lokal.

Kagounga juga berhasil masuk 10 besar UMKM IKRA 2026 setelah melalui proses seleksi oleh Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI).

Capaian tersebut mengantarkan Kagounga mengikuti kompetisi Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada kategori Produk UMKM IKRA.

Dalam kompetisi itu, Kagounga mempresentasikan produknya melalui video dan pemaparan langsung di hadapan lebih dari 10 juri internasional dari berbagai negara.

Kagounga juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam talkshow IN2HCC bertajuk “Optimalisasi Produk dan Pasar Kuliner Halal Berbasis Inovasi”.

Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi UMKM Maluku Utara untuk memperkenalkan inovasi produk kuliner lokal sekaligus membangun jejaring dengan pelaku industri halal.

Promosikan Fesyen Berkelanjutan

Di sektor fesyen, BI Maluku Utara memfasilitasi keikutsertaan Putadino Kayangan dalam pameran IN2MOTIONFEST x JMFW.

Putadino Kayangan menampilkan karya penenun Kota Tidore Kepulauan yang mengangkat pemanfaatan limbah alam dan prinsip keberlanjutan.

Produk unggulan tersebut juga terpilih untuk ditampilkan dalam parade peragaan busana IN2MOTIONFEST x JMFW.

Selain memperluas promosi produk, kegiatan tersebut membuka peluang bagi Putadino Kayangan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menjalin kemitraan melalui agenda business matching.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Selain memfasilitasi promosi UMKM, BI Maluku Utara turut mendukung penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui keterlibatan Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (DPW HEBITREN) Maluku Utara dan perwakilan Pesantren Digital Maluku Utara.

Delegasi tersebut mengikuti Silaturahmi Pesantren dan Forum Bisnis Pesantren untuk memperluas jejaring kemitraan, mendorong kolaborasi antarpesantren, serta mengembangkan usaha pesantren secara berkelanjutan.

BI Maluku Utara juga bersinergi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Maluku Utara dalam Forum Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) Pusat dan Daerah guna memperkuat koordinasi pengembangan ekonomi syariah di daerah.

ISEF ke-13 Tahun 2026 dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo di JICC, Jakarta, pada 14 Oktober 2026.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF menjadi wadah untuk memperkuat rantai nilai industri halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial syariah, serta memperluas inklusi keuangan melalui transformasi digital.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat memperkuat peran UMKM, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, dan memperluas kontribusi pelaku usaha lokal dalam industri halal nasional maupun global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *