Ratusan member dugaan investasi Zahra Berkah datangi Polres Ternate

TERNATE (MALUTTODAY) – Polres Ternate, Maluku Utara, mulai menelusuri dugaan investasi bodong Zahra Berkah setelah ratusan member dan leader mendatangi Mapolres Ternate, Kamis (17/9) malam.

Polisi masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan nilai kerugian sekaligus menelusuri aliran dana serta rekening yang berkaitan dengan dugaan investasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Ternate Iptu Arif Budi Aji mengatakan pihaknya masih menerima laporan dari masyarakat secara bertahap dan melakukan pemeriksaan awal.

“Laporan sementara masih dalam tahap pembuatan laporan ya, karena malam ini baru kita terima dari masyarakat terkait adanya masalah investasi secara berkala,” kata Arif.

Menurut dia, jumlah korban dan total kerugian belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung. Namun, kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Untuk korban kami masih hitung, karena malam ini situasi sangat banyak korban yang datang. Kerugian belum ditaksir pasti, tapi yang jelas angkanya sangat fantastis, sangat besar. Untuk rinciannya nanti akan kami jelaskan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam proses tersebut, polisi juga telah mengamankan owner Zahra Berkah berinisial SY untuk menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Ternate.

SY sebelumnya disebut berada di Sofifi setelah menghindari para member. Sejumlah member kemudian menemukan keberadaannya.

Sekitar pukul 16.00 WIT, SY diamankan oleh membernya sendiri, kemudian dibawa ke Ternate dan diserahkan kepada polisi.

Polisi telusuri rekening dan aliran dana

Salah satu leader Zahra Berkah, Ani Jamal, mengatakan dirinya telah bertemu dengan SY di ruang penyidik.

Ani menyebut SY mengaku tidak lagi memiliki aset untuk mengembalikan dana para investor.

Ia meminta polisi memeriksa rekening koran dari empat rekening yang disebut menjadi tempat masuknya dana investasi.

“Kalau boleh, saya minta besok di-print-kan rekening koran dari empat rekening, tempat uang yang kami masukkan,” kata Ani.

Menurut Ani, SY menyebut rekening-rekening tersebut sudah tidak memiliki saldo.

Ani juga menyebut sejumlah dana pencairan masih tertahan dengan nilai mencapai miliaran rupiah, antara lain Rp1,51 miliar untuk pencairan jatuh tempo tanggal 2, sekitar Rp880,65 juta pada tanggal 13, dan sekitar Rp550 juta pada tanggal 7.

Selain itu, terdapat pencairan pada 17 Oktober yang diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.

Ani mengaku membawahi sekitar 40 member. Untuk langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan perdamaian atau gugatan perdata, ia mengatakan perlu berkonsultasi dengan para member.

Polres koordinasi dengan Satgas OJK

Arif mengatakan Polres Ternate akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Satgas OJK, untuk memperjelas dugaan investasi tersebut.

Polisi juga akan menelusuri aliran dana dan rekening yang berkaitan dengan perkara.

“Tentunya kita akan lakukan koordinasi lebih lanjut, terutama dengan Satgas OJK terkait permasalahan ini supaya menjadi jelas, karena ini sangat merugikan masyarakat di seluruh Maluku Utara,” katanya.

Terkait kemungkinan penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Arif mengatakan penyidik masih berfokus membuktikan tindak pidana asal.

“Untuk money laundering, kita harus tentukan tindak pidana awal terlebih dahulu sebelum menentukan tindak pidana pencucian uang. Kami minta masyarakat menunggu proses pemeriksaan dan kami tidak bisa tergesa-gesa karena ini merupakan langkah hukum,” pungkasnya.

Kedatangan ratusan member dan leader ke Mapolres Ternate pada Kamis malam sempat diwarnai aksi saling dorong hingga nyaris terjadi baku hantam. Polisi kemudian menghalau massa untuk mencegah kericuhan meluas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *