TERNATE (MALUTTODAY) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan (KPw BI) Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga angka inflasi di Maluku Utara.
Di Kota Ternate, BI Malut berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam program Rindang Berseri atau Rica dan Kangkung dalam Kampung Berkualitas dan Asri.
Program ini sendiri bagian dari program urban farming yang digalakan oleh BI Malut dan TPID Kota Ternate.
Bertempat di aula kantor Camat Ternate Utara, pada Jumat (7/8/2026) program Rindang Berseri diluncurkan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad mengatakan, untuk mengendalikan inflasi perlu dilakukan intervensi di sisi hulu. Salah satu program unggulannya adalah urban farming, yaitu rindang berseri.
Sebagaimana diketahui, urban farming atau menanam di lahan perkarangan rumah dengan memanfaatkan ruang, atau lahan terbatas, pot, dinding, atau atap gedung untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.
“Jadi diputuskan banyak gerakan menanam. Karena dengan gerakan menanam dengan manfaatkan lahan perkarangan akan meningkatkan pasokan komoditas,” kata Fadhil.
Fadhil menjelaskan, dipilihnya rica (cabai) dan kangkung, sebab kedua komoditas ini sering menyumbang inflasi di Kota Ternate.
Ia menyebut bahwa kebutuhan cabai, dan sayur di Kota Ternate masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti dari Gorontalo dan Manado. Sementara itu, permintaan cabai di Kota Ternate tergolong tinggi.
“Dengan adanya kegiatan (rindang berseri) ini maka sedikit banyak dapat mempengaruhi inflasi di Kota Ternate. Karena 80 persen inflasi di Maluku Utara dipengaruhi oleh inflasi di Kota Ternate,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Ternate, Marliza M Tauhid memberikan apreasiasi atas kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara tersebut.
“Saya selaku tuan rumah, tim penggerak PKK. Mewakili dari tim penggerak PKK kecamatan Ternate Utara tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara atas terlaksananya kegiatan ini,” jelas Marliza
Marliza menyebut, bahwa program rindang berseri ini sangat sejalan dengan program TP PKK Kota Ternate, yakni ketahanan pangan berbasis masyarakat untuk Indonesia emas.
“Ini program secara nasional dari PKK pusat, kami menindaklanjuti itu di tingkat tim penggerak PKK Kota Ternate. Alhamdulillah, lomba pekarangan rumah yang merupakan salah satu kegiatan yang kami angkat di dalam progam kerja kami di tahun 2026 ini, alhamdulillah bertemu dengan Bank Indonesia,” ungkapnya.
Ia mengaku, awalnya sangat pesimis dengan segala keterbatasan yang ada. Karena PKK hanya organisasi penggerak, memperdayakan masyarakat dengan banyak kekurangan yang dimiliki.
“Tapi kekhawatiran itu (sirna), (saat) ketemu Bank Indonesia. Saya menganggap itu sebagai rezeki yang luar biasa saat kami dinformasikan oleh Bank Indonesia. Dan, momen ini merupakan satu program yang nantinya akan berkelanjutan,” bebernya.
Dia menegaskan bahwa ini bukan hanya program PKK saja, namun kontribusi terhadap program Pemerintah Kota Ternate. “Kita bersinergi dalam program ketahanan pangan yang ada di Kota Ternate,” ujarnya.
Perlu diketahui, program rindang berseri akan dilaksanakan di enam kecatam lainnya di Kota Ternate. Dengan pendampingan, pemberian bibit, edukasi pembuatan pupuk dan media tanam dari konsultan Bank Indonesia Maluku Utara. (*)






















