Operasi SAR Bocah Hilang di Perairan Dufa-Dufa Resmi Dihentikan

TERNATE (MALUTTODAY) – Operasi pencarian terhadap Muhammad bin Afan, bocah berusia lima tahun yang hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di perairan Dufa-Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara, resmi dihentikan pada Sabtu (19/9) petang.

Operasi SAR gabungan dihentikan setelah pencarian dilakukan selama tujuh hari, namun korban belum ditemukan.

Pada hari terakhir operasi, tim SAR gabungan mengerahkan empat search and rescue unit (SRU) untuk menyisir perairan hingga 18 mil laut ke arah utara dan barat dari lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan laut serta penyelaman untuk mencari kemungkinan keberadaan korban di bawah permukaan air.

Namun, hingga operasi pencarian berakhir pada pukul 18.03 WIT, Muhammad bin Afan belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah seluruh tahapan pencarian sesuai dengan rencana operasi dilaksanakan.

“Berdasarkan evaluasi bersama tim SAR gabungan, operasi SAR dinyatakan ditutup dengan hasil satu korban masih dinyatakan hilang,” kata Iwan di Ternate, Sabtu.

Sebelum operasi ditutup, tim SAR juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan korban,” ujarnya.

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu (13/9), saat perahu yang ditumpangi empat orang untuk memancing terbalik di perairan Dufa-Dufa.

Perahu itu terbalik setelah diterjang gelombang dan angin kencang.

Dari empat orang yang berada di dalam perahu, dua orang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, sementara Muhammad bin Afan hingga hari ketujuh pencarian belum ditemukan.

Dengan dihentikannya operasi SAR, Muhammad bin Afan masih berstatus sebagai orang hilang.

Meski operasi pencarian resmi dihentikan, informasi baru yang berkaitan dengan keberadaan korban tetap akan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *