Transaksi QRIS di Maluku Utara Tembus Rp1,08 Triliun, Naik 200 Persen

SOFIFI (MALUTTODAY) – Transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Maluku Utara mencapai Rp1,08 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut melonjak 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara Handi Susila dalam puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 bertajuk “QRIS Kie Raha Fest” di Alun-Alun Ibu Kota Sofifi, Senin (17/8/2026).

“Pada Juni 2026, transaksi QRIS di Maluku Utara mencatatkan angka fantastis, yakni Rp1,08 triliun atau naik 200 persen secara year-on-year,” kata Handi.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan implementasi QRIS di Maluku Utara telah memasuki tahap yang semakin matang.

BI Maluku Utara kini tidak hanya berfokus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembayaran digital, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan serta kualitas layanan QRIS.

Bacaan Lainnya

“Dengan demikian, digitalisasi sistem pembayaran diharapkan mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin mudah, cepat, aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Handi.

Empat Inovasi Digitalisasi

Momentum PQN 2026 di Maluku Utara juga ditandai dengan peluncuran sejumlah inovasi digitalisasi pembayaran.

Empat program tersebut yakni peluncuran dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program BERKAH PKB QRIS untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kemudian peluncuran QRIS Tap di Pelabuhan Speedboat Mangga Dua yang bekerja sama dengan BRI, peluncuran layanan Taksi Bandara Sultan Babullah SIAP QRIS, serta peluncuran Buku Kurikulum Cinta Bangga Paham Rupiah tingkat SMP se-Kota Tidore Kepulauan.

Berbagai inovasi itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Selain memberikan kemudahan, digitalisasi pembayaran juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah.

Gubernur Sebut QRIS Bagian dari Kekuatan Ekonomi

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan QRIS merupakan salah satu kekuatan ekonomi Maluku Utara pada masa depan.

Menurut Sherly, digitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian dari upaya membangun kedaulatan ekonomi sekaligus mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Kedaulatan ekonomi perlu dibangun melalui berbagai instrumen, salah satunya QRIS sebagai alat pembayaran digital karya anak bangsa,” kata Sherly.

Pernyataan tersebut disampaikan Sherly saat menghadiri puncak QRIS Kie Raha Fest 2026 bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara.

Kehadiran para pejabat tersebut disambut riuh oleh warga yang telah memadati kawasan Jalan 40 dan Alun-Alun Ibu Kota Sofifi.

Sherly yang mengenakan busana putih bahkan menyempatkan diri menyapa masyarakat. Ia bersama wakil gubernur dan sekretaris daerah juga duduk berbaur dengan warga yang menyaksikan acara.

Ajak Warga Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Dalam sambutannya, Sherly juga mengajak masyarakat Maluku Utara memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengawali sambutan dengan mengajak masyarakat mendoakan warga NTT yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

“Saya atas nama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Maluku Utara menyampaikan rasa duka cita untuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026,” ujar Sherly.

Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan bencana di NTT.

Sherly mengatakan masyarakat Maluku Utara turut merasakan duka yang dialami masyarakat NTT.

Warga Padati QRIS Kie Raha Fest

Puncak PQN 2026 di Sofifi berlangsung meriah. Menjelang waktu isya, warga mulai berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan hiburan rakyat yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Setelah waktu isya, kawasan Jalan 40 terlihat semakin dipadati masyarakat. Mereka datang untuk menikmati rangkaian acara sekaligus menyaksikan penampilan musisi Toton Caribo.

Selain pertunjukan musik, pengunjung juga dapat mengunjungi pameran expo usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi acara.

Sejumlah pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi mengaku mendapatkan keuntungan dari ramainya kegiatan tersebut.

Berbagai makanan dan minuman dijajakan kepada pengunjung, mulai dari pisang goreng, pentol, telur gulung hingga aneka minuman.

Salah satu pelaku UMKM yang ikut membuka stan, Ain Sandwich, juga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

UMKM yang bergerak di bidang pastry dan bakery itu berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Menurut pengelola Ain Sandwich, keikutsertaan UMKM dalam kegiatan keramaian seperti QRIS Kie Raha Fest dapat membantu meningkatkan pendapatan.

Digitalisasi Menyasar Berbagai Sektor

Penyelenggaraan QRIS Kie Raha Fest 2026 membawa pesan bahwa digitalisasi sistem pembayaran perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pelayanan publik, digitalisasi diarahkan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Sementara di pusat aktivitas ekonomi, digitalisasi diharapkan dapat memperkuat efisiensi dan kualitas transaksi.

Adapun di sektor pendidikan dan komunitas, digitalisasi diarahkan untuk memperluas inklusi ekonomi dan keuangan masyarakat.

Sepanjang rangkaian PQN 2026, BI Maluku Utara juga memperluas edukasi dan implementasi digitalisasi kepada berbagai kelompok masyarakat.

Edukasi tersebut menyasar sekolah dan perguruan tinggi, pasar dan UMKM, pusat perbelanjaan, hingga pelayanan pemerintah.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, industri sistem pembayaran, dunia usaha, akademisi, pesantren, komunitas, dan masyarakat.

Puncak QRIS Kie Raha Fest 2026 sekaligus menutup rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dengan pertumbuhan transaksi yang mencapai 200 persen secara tahunan, BI Maluku Utara berharap penggunaan QRIS tidak hanya semakin luas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di daerah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *