TPID Malut Wujudkan Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

TPID Maluku Utara gelar gerakan pasar murah di benteng Oranje, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Ikbal)

TERNATE (MALUTTODAY) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali mengambil langkah konkret, dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan ini dihelat di halaman dalam Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam GPM ini, masyarakat umum dapat membeli beras SPHP seharga Rp 60.000 per 5 kg dan minyak goreng Minyakita seharga Rp 15.000 per liter, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kemudian, bawang putih Rp 45.000 per kilogram, cabai rawit Rp 75.000 per kilogram, dan cabai merah keriting  Rp 35.000 per kilogram.

Ami, warga Kelurahan Gamalama, mengaku merasa terbantu dengan adanya gerakan pasar murah ini. Paket yang disediakan cukup terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar pada umumnya.

“Ini isinya ada beras, gula dan tomat. Saya tadi beli yang paket Rp 100,” kata Ami.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan gerakan pasar murah ini merupakan langkah untuk memastikan stok di Maluku Utara aman. Selain itu untuk mencegah panic buying atau pembelian barang dalam jumlah yang sangat besar secara tiba-tiba karena ketakutan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Foto bersama TPID di lokasi gerakan pasar murah di benteng Oranje, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Ikbal)

“Meskipun pemicu inflasi di Maluku Utara saat ini dipengaruhi komoditas ikan segar yang disebabkan cuaca buruk. Namun kita tetep harus waspada pada komoditas bahan pokok menjelang HBKN,” tutur Handi.

Ia mengatakan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mengintensifkan stabilitas pangan. Hal ini krusial dilakukan mengingat tingkat inflasi di Maluku Utara tercatat berada di angka 1,48 persen.

Dia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok sekecil apa pun akan berdampak besar pada angka inflasi karena dikonsumsi secara luas. Oleh karena itu, selain pasar murah, pemerintah juga akan memperketat pengawasan di lapangan.

“Kami akan memperbanyak kegiatan serupa dan melakukan sidak ke pasar-pasar bekerja sama dengan Satgas Pangan. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan pasokan agar masyarakat bisa belanja dengan aman dan nyaman,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *