MALUTTODAY, TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) berkomitmen mewujudkan swasembada pangan untuk mendukung ketahanan nasional. Dimana, hal ini sesuai dengan program Asta Cita dari Presiden Prabowo.
Demikian dikatakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos saat menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maluku Utara di Ballroom Muara Hotel, Sabtu (12/4/2025).
“Kita harusnya sudah Swasembada beras, sudah Swasembada rica tomat, swasembada telur dan ayam,” kata Sherly.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, telah dimasukkan dalam rencana jangka pendek di dua tahun ke depan. Sehingga ia membutuhkan dukungan semua pihak.
“Ini rencana saya jangka pendek dalam dua tahun ke depan. Mudah-mudahan sudah ada progres signifikan yang sudah terjadi. Dan, berharap kerjasama yang baik ke depan antara pemerintah, Apindo dan semua lembaga pendukung,” jelas Sherly.
Menurutnya, ke depan bahan makanan yang selama ini masih dibeli dari luar Maluku Utara, bisa di-supply langsung oleh para pengusaha Maluku Utara.
Sherly juga menyampaikan, bahwa Apindo adalah mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan tidak bisa berdiri sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kokoh antara pengusaha, pemerintah dan pekerja. Kolaborasi adalah kekuatan untuk Maluku Utara bisa menjaga pertumbuhan ekonominya tetap di dua digit,” jelas Sherly.
Hingga saat ini, kata sherly, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara masih bisa dua digit, walaupun terjadi penurunan yang cukup tajam dari 27 persen ke 23 persen dan tahun kemarin di 13 persen.
“Harapannya, di tahun 2025 ini masih bisa tetap dipertahankan di dua digit,” harap Sherly.
Ketua Apindo Maluku Utara, Gazali Abd Muthalib menyampaikan, bahwa Apindo akan mendukung program-program Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Khususnya dalam membangun Sofifi, membuka lapangan kerja kemudian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi ke depan.
“Kita siap, kebetulan di Maluku Utara, di sini kami dari asosiasi daerah ini sudah membentuk forum pengusaha Maluku Utara. Dimana di dalamnya ada sekitar 20 asosiasi pengusaha, maka kita semua bisa bekerjasama,” ungkap Gazali.
Di momen silaturahmi ini, Gazali mengajak seluruh pengurus dan pengusaha melupakan adanya perpecahan dan lebih membuka diri.
“Mari kita rapatkan barisan lagi, sesama pengusaha untuk mendorong program-program ke depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)





















