Gempa M7,3 di Pulau Batang Dua Ternate Berpotensi Tsunami, Status “SIAGA”

Titik lokasi gempabumi berkekuatan magnitudo 7,3 di wilayah Bitung, Sulawesi Utara. (Foto: BMKG Ternate)

TERNATE (MALUTTODAY) – Wilayah pantai barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik pada pukul 07.48.14 WIT, Kamis (2/4/2026). Gempa bumi ini berpotensi tsunami dan sejumlah wilayah berstatus Siaga.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6.

Bacaan Lainnya

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° lintang utara ; 126,27° bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi . Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan resminya.

Rahmat mengatakan, gempa bumi ini dirasakan di Kota Ternate dengan intensitas V-VI MMI, Ibu dengan intensitas V MMI, Manado dengan intensitas IV-V MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI, dan Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami dengan status Siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan dan status Waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaangmongondow Bagian Selatan,” ujar Rahmat. 

Dia menambahkan, bahwa berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut atau tide gauge, tsunami telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 08:08 WIT dengan keitnggian 0.30 meter, Bitung pada pukul 08:15 WIT dengan ketinggian 0.20 meter, Sidangoli pada pukul 08:16 WIT dengan ketinggian 0.35 meter, Minahasa Utara pada pukul 08:18 WIT dengan ketinggian 0.75 meter, dan di Belang pada pukul 08:36 WIT dengan ketinggian 0.68 meter.

“Hingga pukul 08.50 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempabumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar M5.5,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *