TERNATE (MALUTTODAY) – Ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) akan menjadi salah satu pilar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini tertuang dalam dokumen rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2025-2045.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara (Malut), Handi Susila menilai Provinsi Maluku Utara memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi keuangan syariah (EKSyar).
Menurut Handi, salah satu faktornya adalah, dari total 1,36 juta penduduk di Maluku Utara, 75,7 persen atau 1,026 juta jiwa adalah muslim.
“Jadi sebenarnya kita punya potensi yang cukup besar,” ucap Handi, Kamis (26/2/2026).
Handi menegaskan, bahwa di Maluku Utara memiliki sektor pariwisata ramah muslim, serta berbagai produk kerajinan tenun dan batik lokal.
Khususnya produk kerajinan tenun dan batik, kata Handi, ini jika didesain dengan baik akan menjadi nilai tambah, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita juga punya tenun Ternate, tenun Tidore dan pelaku UMKM yang punya produk Ecoprint. Nanti kami juga bisa mendorong munculnya juga berbagai macam desain-desain lokal yang bisa muncul di Maluku Utara,” tegas Handi.
Dia mencontohkan, ada beberapa desain-desain muda yang muncul di Banyuwangi dan Pekanbaru yang bisa memadu padankan pastrak yang ada di lokal menjadi busana muslim.
Ia sangat optimis bahwa produk kerajinan batik dan tenun di Maluku Utara juga dapat didesain lagi, menjadi busana muslim yang memiliki nilai lebih.
“Dibuat dalam bentuk busana muslim yang sangat trendy, catchy bisa digunakan keseharian atau untuk ke pesta dan sebagainya,” jelas Handi.
Dia menambahkan, permintaan ekspor dari sektor fashion muslim cukup banyak dari Amerika dan Eropa.
“Ini jadi konsen kami. Kami akan coba menggarap terkait mode fashion atau busana muslim,” ungkap Handi. (*)





















