HALSEL, MALUTTODAY – Pasar kecil di Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan kondisinya semakin berbeda. Saat ini suasananya terasa semakin hidup. Berderet berbagai jenis bangunan toko, kios dan usaha rumahan lainnya. Berbaris rapi antara bangunan yang lama dan yang baru dibangun.
Perubahan ini bukan semata karena pembangunan fisik saja. Bagi warga setempat, hal ini tak lepas dari keterlibatan perusahaan.
Seiring kinerja positif Harita Nickel pada Kuartal III 2025. Warga setempat melihat hal ini sebagai sebuah peluang. Sehingga membuka ruang bagi ekonomi lokal untuk berkembang.
“Dulu banyak anak muda harus pergi keluar kampung untuk bekerja, sekarang banyak yang bisa mencari nafkah di sini,” jelas salah satu warga Kawasi, Yusdin Ode Atia.
Dia bercerita bermukim di Kawasi sejak menikah dengan warga setempat. Sehingga dia mengetahui perkembangan desa dari tahun ke tahun. “Kampung jadi lebih ramai, lebih hidup,” cetusnya.
Pria kelahiran Mano, Obi Selatan, 1991 silam ini mengungkapkan rasa bangganya. Jika kehadiran Harita Nickel telah memberikan manfaat nyata bagi warga lingkar tambang. Salah satunya manfaat lainnya, melalui pemanfaatan listrik gratis yang dinikmati masyarakat.
“Kinerja yang positif ini bagi kami yang menjadi bagian dari aktifnya perusahaan di Kawasi adalah sebuah capaian yang baik. Terutama jika dilihat dari dampak perusahaan kepada masyarakat. Tentu ini menghadirkan rasa bangga juga bagi kami selaku warga Kawasi,” ungkapnya.

Namun Yusdin berharap, adanya kolaborasi yang lebih aktif lagi dan pelibatan yang lebih luas bagi warga lingkar tambang.
Agar program pendampingan UMKM lebih ditingkatkan, dan pelibatan dalam pengadaan produk kebutuhan perusahaan seperti makanan, minuman, dan produk lain lebih diperluas.
Ia sendiri sebelumnya pernah bergabung dalam kelompok supplier sembako keperusahaan dan berharap dapat kembali terlibat dalam rantai pasok.
“Untuk yang sudah jalan sekarang bagi kami sudah sangat bagus. Tapi kami berharap dapat kembali dilibatkan dalam pengembangan ekonomi lingkar tambang. Selain itu, ada juga peningkatan pada pengadaan produk-produk kebutuhan perusahaan agar lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.
Selain itu, Yusdin mendorong kepada semua kalangan agar terus mengawal komitmen perusahaan dalam pengembangan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pola pendampingan kelompok ekonomi yang telah berjalan sejauh ini, untuk dapat lebih ditingkatkan lagi.
“Dengan demikian, setiap capaian bisnis di masa mendatang akan terus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sebagaimana diketahui, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (Harita Nickel) hingga kuartal III/2025 melakukan pembukuan pendapatan sebesar Rp 22,40 triliun. Hal ini memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten pada persero di tengah memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan dalam sektor hilir nikel. (*)





















