TERNATE (MALUTTODAY) – Ratusan warga berbondong-bondong menuju gedung Duafa Center, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate untuk menukarkan uang rupiah pecahan kecil pada Rabu (4/3/2026).
Warga terlihat antusias dengan mengantri secara tertib pada layanan terpadu Bank Indonesia Maluku Utara ini.
Sebelum mengantri, warga diwajibkan melakukan registrasi secara daring melalui aplikasi PINTAR.
Saat tiba di lokasi, petugas akan mengecek bukti pendaftaran sebelum warga mengambil nomor antrian, dan menunggu di area yang telah disediakan.
Maryani, warga Kelurahan Bastiong ini mengaku datang lebih awal, untuk menghindari kepadatan antrian, terlebih saat mendekati hari lebaran.
Menurut Maryani, aktivitas ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Uang pecahan ini nantinya akan dibagikan ke sanak saudara saat lebaran nanti.
“Iya, tukar sekarang saja biar tidak keba antrian panjang nanti. Penukaran tadi bervariasi ya, mulai dari pecahan Rp5.000 dan Rp20.000, total semua Rp1,5 juta,” kata Maryani.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara melalui program SERAMBI 2026 ini memproyeksikan kebutuhan uang kartal (kertas dan logam) tahun ini mencapai Rp3,7 triliun, atau meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan lonjakan kebutuhan uang sangat terasa pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
“Kami memprediksi kebutuhan selama periode RAFI naik 25 persen menjadi Rp933 miliar. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang positif, serta tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik lebaran,” kata Handi dalam keterangan resminya.
Lanjut Handi, untuk memastikan distribusi yang merata, BI menetapkan sejumlah aturan dalam penukaran tahun ini:
Aplikasi PINTAR: Masyarakat wajib memesan jadwal melalui laman https://pintar.bi.go.id.
Identitas: Penukar wajib membawa KTP asli dan bukti pemesanan.
Limit Penukaran: Batas maksimal paket penukaran ditingkatkan menjadi Rp5.300.000 per orang, terdiri dari pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000.
BI Maluku Utara menyediakan total 70 titik layanan penukaran. Setelah Layanan Terpadu di Dhuafa Center (3–6 Maret), jadwal berikutnya adalah:
Layanan Ritel Tahap II (10 Maret 2026): Tersedia di perbankan wilayah Ternate, Labuha, Tobelo, dan Weda.
Kas Keliling Tematik (9–12 Maret 2026): Layanan “Jelajah Pulau” yang akan menjangkau Tidore dan Sofifi.
Selain uang tunai, BI tetap mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan transaksi digital melalui QRIS dan BI-FAST demi keamanan.
“Masyarakat juga diingatkan untuk merawat uang rupiah dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi) serta selalu waspada terhadap peredaran uang palsu,” tandas Handi. (*)





















